2023, BI Sumut Penyelenggara Fesyar se- Sumatera

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN-
Opening Festival Ekonomi Syariah Sumatera Utara (Fesyar Sumut) 2022 di Mesjid Al-Jihad Medan, Jum’at (15/7/2022) berlangsung sukses dan meriah. Ditandai pemukulan tabuh bedug oleh Anggota Komisi XI DPR RI, Hidayatullah SE bersama Kepala BI Sumut Doddy Zulverdi.

Fesyar Sumut bertemakan “Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional untuk Memperkuat Pemulihan Ekonomi Sumatera Utara yang Inklusif” itu dihadiri Staf ahli Gubernur Sumatera Utara Agus Tri Priyono, Sekretaris Jenderal MUI Pusat, Ustadz. Dr. Amirsyah Tambunan.

Hadir juga Kepala OJK Regional 5 Sumbagut, Yusup Ansori, Kepala Perwakilan BI Pematang Siantar, Teuku Munandar; Kepala Perwakilan BI Sibolga, Aswin Kosotali; Buya Prof. KH. Amiruddin MS, MA, MBA, Ph.D; Ketua Umum Yayasan Mesjid Al-Jihad Medan Baru, Prof. Dr. H. Muhammad As’ad, M.Si dan para undangan lainnya.

Doddy menilai melalui momentum Festival Ekonomi Syariah Sumatera Utara (Fesyar Sumut) ini sebagai upaya meningkatkan ekonomi dan keuangan syariah serta mendorong roda perekonomian nasional . Sebab, di kegiatan itu akan diadakan festival, bermacam perlombaan, hingga menyajikan berbagai produk UMKM.

Doddy Zulverdi menjelaskan, Fesyar Sumut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Road to Festival Ekonomi Syariah Regional Sumatera Tahun 2022 yang akan diselenggarakan di Provinsi Aceh pada 4-6 Agustus 2022 mendatang.

Pelaksanaan Fesyar Sumut 2022 juga merupakan kolaborasi dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Pematang Siantar, dan juga Sibolga.

“Pelaksanaan Road to Fesyar Sumut 2022 tahun ini menjadi momentum penting dengan ditunjuknya BI Sumut sebagai tuan rumah penyelenggara (Host) untuk Fesyar Sumatera pada 2023 tahun depan. Kiranya ini dapat menjadi potensi dalam menggerakan perekonomian Sumut melalui pelaksanaan event nasional se-Sumatera,” kata Doddy.

Secara garis besar, Bank Indonesia menyelenggarakan Fesyar di 3 wilayah, mulai dari Fesyar KTI di Makassar (28-30 Juli), Fesyar Sumatera di Aceh (4-6 Agustus), Fesyar Jawa di Surabaya (8-10 September) sampai pada ISEF di Jakarta pada Oktober 2022 mendatang.

Doddy menjelaskan bahwa rangkaian Fesyar Sumut 2022 sendiri telah dimulai sejak awal Juni 2022 lalu melalui proses penyisihan kandidat peserta perlombaan.

Masyarakat Sumut cukup antusias untuk berpartisipasi. Tercatat total peserta terdaftar sebanyak 335 orang dengan kategori Lomba MTQ 105 orang, Kaligrafi 54 orang, Wirausaha Muda Syariah 44 orang, dan Kreasi Busana Muslim 22 orang.

Dijelaskannya, mulai 14-17 Juli 2022 berlokasi di Mesjid Al-Jihad ini, 15 peserta terbaik dari masing-masing kategori lomba akan kembali dikompetisikan untuk mencari kandidat terbaik untuk menjadi wakil Sumut pada ajang Fesyar Sumatera di Aceh pada Agustus 2022 mendatang,” jelasnya.

Selain dapat menikmati suasana perlombaan, ungkap Doddy, BI Sumut juga turut mengundang masyarakat untuk hadir pada sharia forum berupa kegiatan talkshow syariah, edukasi, dan sosialisasi serta sharia fair dengan berbagai macam stand bazaar yang ada.

Berbagai produk UMKM, pesantren, asosiasi, komunitas, perbankan, dan binaan pemerintah daerah yang turut mendukung pembentukan ekosistem syariah di Sumut

Doddy juga menjelaskan ,pada 14-18 Juni 2022 lalu, melalui pelaksanaan Kongres Halal Internasional yang dibuka Wakil Presiden menghasilkan 9 resolusi untuk memajukan ekonomi syariah di Indonesia yaitu: Meningkatkan percepatan pengembangan Industri Halal dan Pariwisata Halal.

Mewujudkan proses sertifikasi halal yang mudah, murah, professional, berintegritas termasuk menjunjung etikan bersepakat untuk melakukan Gerakan Bersama antara Pemerintah dan masyarakat dalam peningkatan pembinaan, penilaian dan pengawasan terhadap kompetensi dan profesionalisme tata kelola sertifikasi halal baik di tingkat nasional dan internasional.

Meningkatkan kompetensi sumberdaya manusia melalui pengembangan kurikulum berorientasi pasar Industri Halal dan Pariwisata Halal. Mendorong penguatan kolaborasi dan sinergi antar unsur supply dalam ekosistem halal yang terdiri dari partisipasi masyarakat, industri halal, commercial finance dan social finance , mendorong inovasi dan tumbuhnya sektor ekonomi kreatif yang adaptif terhadap teknologi digital di setiap tahapan halal value chain.

Kemudian mendorong adanya insentif yang memadai bagi pelaku usaha industri halal termasuk UMKM serta Kawasan Industri Halal. Mendorong percepatan perkembangan Wisata Halal dengan mempertahankan inklusifitas sebagai arus utama tujuan Wisata untuk berbagai wisatawan melalui aksi strategis dan komprehensif oleh pemangku kepentingan dan mendorong fatwa MUI sebagai rujukan standar halal global dalam rangka harmonisasi standar. (swisma)

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.