Indosat hut global

Komitmen Bobby Nasution Lindungi Cagar Budaya, Medan Miliki Tempat Bersejarah Seperti Melaka

Utari

MEDAN – Sejak dilantik menjadi Wali Kota Medan, Bobby Nasution berkomitmen untuk menjaga dan melindungi bangunan heritage (cagar budaya). Itu sebabnya penataan kawasan heritage sekaligus pemberdayaan UMKM masuk satu dari lima program prioritas yang menjadi fokus perhatian menantu Presiden Joko Widodo tersebut.

Sebagai bentuk komitmennya, Bobby Nasution melalui perangkat daerah terkait menindak tegas gedung eks Harian Portibi yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani VII, persis depan gedung tua Warenhuis karena tidak mendapat Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB) karena pembangunan yang dilakukan tidak sesuai dengan bentuk aslinya.

Guna menjaga kelestarian bangunan heritage tersebut, salah satu upaya yang dilakukan Bobby Nasution dengan merevitalisasi kawasan Kota Lama Kesawan yang banyak dipenuhi bangunan tua yang kaya akan nilai sejarah, termasuk Gedung Warenhuis yang diketahui sebagai supermarket pertama di Kota Medan.

Dalam melakukan revitalisasi, orang pertama di Pemko Medan itu pun menekankan agar tidak dilakukan perobohan dan tetap menjaga nilai sejarah serta keaslian bangunan tua yang ada. Saya berpesan agar bangunan yang ada ini merupakan peninggalan sejarah, tidak boleh dirobohkan tetap harus dipertahankan. Bangunan yang ada hari inilah yang akan menjual, kata Bobby Nasution saat melakukan peninjauan Gedung Warenhuis baru-baru ini.

Oleh karenanya dosen Fisipol Universitas Medan Area (UMA) sekaligus pengamat kebijakan publik Drs Bahrum Jamil MAP menilai, komitmen Bobby Nasution menjaga bangunan heritage sebagai langkah yang sangat tepat. Apalagi, ungkapnya, dibuktikan dengan merobohkan bangunan eks Harian Portibi yang tengah dibangun dan dikembalikan ke bentuk semula karena merupakan bangunan heritage.

Saya melihat Pak Bobby Nasution memiliki komitmen yang sangat tinggi untuk menjaga bangunan heritage yang ada di Kota Medan. Termasuk, mengapresiasi upayanya merevitalisasi kawasan Kota Lama Kesawan yang kita ketahui dipenuhi bangunan tua dengan nilai sejarah. Dengan revitalisasi yang dilakukan akan diketahui Kota Medan memiliki tempat bersejarah yang kaya akan nilai historis,” kata Bahrum Jamil saat dihubungi, Kamis (15/6).

Dengan revitalisasi yang dilakukan, Bahrum berharap seluruh bangunan tua yang ada di kawasan Kota Lama Kesawan dapat dikembalikan ke dalam bentuk aslinya sesuai ornamen atau ukiran aslinya sehingga bentuknya seragam semua. Guna mendukung kelancaran revitalisasi, sarannya, Pemko Medan dapat berkolaborasi dengan pemilik bangunan guna mengajak mereka untuk bersama-sama mengembalikan bangunan seperti semua. “Termasuk tidak menutupi ornamen-ornamen yang ada pada bangunan dengan plang toko,” sarannya.

Dikatakan Bahrum, revitalisasi yang dilakukan diharapkannya dapat membuat kawasan Kota Lama Kesawan seperti Kota Tua Melaka di selatan Kuala Lumpur, Malaysia. Dikatakannya, pemerintah di sana benar-benar menjaga dan memelihara bangunan cagar budaya yang ada.

“Saya bayangkan kalau Kota Lama Kesawan ini nantinya seperti Melaka yang sekarang, pasti sangat bagus sekali. Apabila ada pedagang kaki lima yang berjualan ditata dengan baik dan dijaga kebersihannya. Mungkin Pak Bobby dapat mengadopsi bagaimana pengelolaan Kota Tua Melaka,” harapnya.

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.