Soal Lahan Pedagang Buku, Rajuddin Minta Pemko Berikan Lahan yang Pasti dan Layak

Globalmedan.com | Medan – Pedagang buku bekas di Kawasan Lapangan Merdeka Medan tidak mau pindah sebelum ada lahan pengganti lahan yang terkena revitalisasi tersebut. Ironisnya, lokasi lahan yang dijanjikan Pemko Medan tersebut hingga saat ini belum tahu persis di kawasan mana.
Sementara, para pedagang dikabarkan diminta untuk segera mengosongkan lokasi karena revitalisasi Lapangan Merdeka akan dimulai 7 Juli 2022 mendatang.
“Kami mendukung program Pemko Medan untuk merevitalisasi Lapangan Merdeka, sebagai warga negara yang baik kami taat dan patuh. Namun, pertanyaannya dimana kami berjualan buku. Mestinya, Pemko Medan sudah terlebih dahulu menyiapkannya lahan kami. Jangan suruh mengosongkan lahan tapi belum ada lahan yang dimaksud,” ujar Ketua Pedagang Buku Lapangan Merdeka Max Simangunsong.
Menurut Max, pengurus Organisasi Pedagang Buku akan menemui Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Jalan AH Nasution Kecamatan Medan Johor, Senin (20/6). Kedatangan mereka meminta kepada Kadis agar mereka diperbolehkan berjualan sampai Pemko Medan menyiapkan kios pengganti, sehingga ketika direlokasi mereka bisa langsung berjualan di tempat baru. “Kalau keinginan kami tidak dipenuhi, maka kami akan melakukan aksi dengan mengerahkan massa pedagang buku,” tegas Max Simangunsong.
Pedagang minta relokasi mereka harus jelas, jangan di kemudian hari ada persoalan pedagang dengan PT KAI. “Karena kami sudah pernah mengalaminya, tahun 2010, dari Lapangan Merdeka kami dipindahkan di Jalan Pegadaian, di lahan milik PT KAI yang dibangun pemko di masa kepemimpinan Rahudman Harahap. Tapi 2 tahun kemudian, PT KAI minta lokasi itu dikosongkan, kemudian Pemko Medan membangun kembali kios buku di lapangan Merdeka. Kami tidak mau persoalan yang lalu kembali kami alami, kami sudah letih pindah-pindah, mohonlah Pemko jangan membenturkan kami dengan PT KAI,” ungkap Max.
Menanggapi hal tersebut di atas, Wakil ketua DPRD Kota Medan H Rajudin Sagala SPd I mengatakan, Pemko Medan diminta jangan menganggap sepele terhadap kondisi yang dirasahkan para pedagang buku tersebut. “Mereka tidak minta banyak, hanya kepastian lahan dan layak untuk berjualan itu saja,” katanya.
Dia mengharapkan, Pemko Medan harus memperhatikan pedagang buku secara serius, apalagi harapan mereka (pedagang) hanya menjual buku-buku bekas untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. “Sedih kita jika gara-gara pelaksanaan revitalisasi ini banyak yang mengeluh. Jangan sampai terjadi,” harapan politisi PKS ini, Senin (20/06/2022).
“Selain itu, diimbau semua pihak agar mendukung proyek revitalisasi Lapangan Merdeka, ini,” tambahnya. (rizky)

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.